Bersyukur Vs Bahagia

Posted on Updated on

#Tulisan dibawah saya dapat via milist tentangqatar, milist yang berisikan komunitas masyarakat Indonesia yang bekerja di Qatar, sembari menunggu atestasi dokumen yang masih nyangkut di kedutaan tsb.

Bersyukur Vs Bahagia
Mana yang Anda Pilih? “karena bahagia manusia jadi bersyukur” atau “karena bersyukur manusia jadi bahagia”? Biasanya orang akan memilih “ karena bersyukur manusia jadi bahagia”. Meskipun dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi adalah “karena bahagia manusia jadi bersyukur” .

Apa perbedaannya?  Ini logika sebab akibat. Karena “sebab” jadi “akibat”. Jika yang pertama “karena bahagia manusia jadi bersyukur”  itu namanya “SYUKURAN”. Orang baru bersyukur jika dia merasa bahagia disebabkan adanya nikmat yang luar biasa seperti mendapatkan bonus, kenaikan gaji, pangkat, dan sebagainya yang membuatnya merasa bahagia.  Apa yang dilakukan? Mengundang teman-teman, keluarga dan sebagainya berbagi kebahagiaan dengan mengadakan SYUKURAN. Pertanyaannya dalam setahun berapa kali Anda “SYUKURAN”, ternyata tidak banyak. Tiga kali itu sudah luar biasa. Artinya bersyukur dengan symbol syukuran sangat  sangat  jarang.

“Karena bersyukur manusia jadi bahagia” itu namanya “SYUKUR BETULAN”. Maksudnya, bahagia menjadi akibat karena manusia pandai bersyukur dengan nikmat sekecil apapun yang diraihnya dari Allah SWT. Saat bangun pagi didapatkannya dirinya masih hidup dan bernafas, maka dia pun bersyukur karena Allah masih memberi kehidupan. Bangun dari tidur bisa berjalan, dia pun bersyukur masih diberi Allah  kesehatan. Lalu dilangkahkan kaki ke kamar mandi mengambil air wudhu untuk shalat subuh maka diapun bersyukur masih diberi Allah keimanan. Kemudian berangkat ke tempat kerja dia pun bersyukur karena masih ada pekerjaan. Dan seterusnya, jika dihitung dalam satu hari manusia dapat bersyukur ribuan bahkan jutaan kali. Ternyata nikmat dari Allah begitu besar, tak terhingga jumlahnya. Dan dengan itu dia pun merasa bahagia.

Maka wajar jika Allah menyatakan dalam Al Qur’an “Jika engkau menghitung nikmatnya, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya” . Jadi tak perlu menunggu “syukuran” untuk merasa “bahagia”. Bersyukurlah setiap saat maka Insya Allah engkau akan meraih bahagia.

Puisi dari Agung S. W berikut menarik untuk dinikmati :

Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan?
Jika kau miliki semuanya, apalagi yang hendak dicari ?

Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu.
Karena hal itu memberimu kesempatan untuk belajar

Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang engkau hadapi.
Karena di sana ada kesempatan mengembangkan diri

Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki.
Karena hal itu memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri

Bersyukurlah atas setiap tantangan baru.
Karena hal itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah atas kesalahan yang kini kau sadari telah terbuat.
Karena hal itu memberimu pelajaran yang sangat berharga

Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif.
Berusahalah mensyukuri kesulitan yang engkau hadapi

Sehingga kesulitan itu menjadi berkah bagimu

#Astaghfirullah, ampuni hamba ya Rabb. Bumi Allah 01.11.15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s