Qatar

Posted on Updated on

Bismillah…

A Akhir bulan Agustus kemarin, tepatnya jelang Idul Adha, saya berkesempatan terbang ke Qatar. Penerbangan ke Qatar ini merupakan penerbangan pertama ke jazirah arab. Ini pun atas undangan salah satu pemilik ladang minyak terbesar disana. Semua document telah disiapkan oleh mereka termasuk tiket dan akomodasi hotel. Saya hanya bawa diri saja dengan bekal doa ibu di kampung, istri dan anak di rumahūüôā.

Rute penerbangan yang tertera di tiket saya adalah BPN – JKT – DOH, dengan tujuan akhir DOHA – Qatar. Bandar udara internasional Qatar bernama Hamad International Airport. Pesawat yang saya tumpangi termasuk salah armada dengan wide-body yang dimiliki Qatar Airways Boeing seri 787-8 Dreamliner. Nah, karena ini penerbangan pertama saya ke middle east, informasi yang berkaitan dengan Qatar Airways saya kumpulkan salah salah satunya lewat blog http://www.jambukebalik.com/2014/09/terbang-dengan-qatar-airways.html#more, buat penyuka travelling alias traveler, blog ini sangat recomended untuk disinggahi.

Perjalanan menuju Jakarta – Doha, ditempuh sekitar 8 jam lebih 30 menit. Jika di total perjalanan dari Balikpapan – Jakarta – Doha sekitar 10 jam 30 menit. Artinya saya berada di dalam pesawat selama lebih dari 10 jam. Seharusnya pesawat yang saya tumpangi tiba 4.30 waktu Doha, namun rupanya ada keterlambatan selama 2 jam di Jakarta. Notifikasi sebelumnya sudah diketahui saat check-in di Jakarta, yang dikeluarin oleh Rep. Qatar Airways di Jakarta karena keterlambatan pesawat dari Doha menuju Jakarta.

Alhamdulillah, pesawat saya tiba jam 6.30 pagi waktu Doha. Selisih waktu dengan Jakarta 4 jam. tau 5 jam dengan Balikpapan. Sebagian besar penumpang merupakan penumpang transit yang akan melanjutkan penerbangan ke Eropa. Setelah melalui screening dari Imigrasi, saya lalu keluar, sesekali memperhatikan para penjemput karena sebelumnya saya sudah diinformasikan bahwa akan dijemput lalu diantar ke hotel yang sudah dipesan sebelumnya. Diluar sudah menunggu sopir jemputan, dengan kertas yang diperlihatkan ke setiap penumpang pesawat. tertera Mövenpick Hotel West Bay. Saya lalu menyapa, Movenpick Hotel? sopir tersebut lalu menjawab Mr. Sudarman? kubilang Yes, dia lalu menjawab lets go sir!.

Ternyata penjemput tersebut, masih menunggu jemputan lainnya rupanya. Saya lalu diantar ke Mobil jemputan menuju hotel. Sopir tersebut berkebangsaan Philipina

Sepanjang perjalanan, cuaca sangat cerah dibarengi panas yang cukup menyengat. Dari dalam mobil saya tak lupa menikmati pemandangan kota Doha dan gedung pencakar langitnya. Luar biasa, negeri dengan PDB paling tinggi di dunia. Sampai di hotel, saya hanya menyerahkan passport saja karena kamar sudah dipesan oleh agency saya (Sofomation). Saya lalu pilih kamar non smooking dan dari agency kamar yang dipesan Junior Executive Room yang tarif per malamnya QR 2000,00 (QR 1 = IDR 4.000,00). Dengan tarif segitu artinya saya bisa menginap di Hotel Kempinsky  РIndonesia. Setelah cas cis cus sebentar, ke kamar lalu istrahat. Jadual besok hari sudah menunggu. Sebelum tidur saya sempatkan menelpon bunda dan anak-anak di rumah.

Hari ke-1 :

Sesungguhnya, perbedaan waktu ikut mempengaruhi pola tidur dari biasanya. Waktu sholat yang relatif berbeda pula ikut membuat saya terjaga. Jam tangan sudah berubah waktunya mengikut waktu Doha. Dijemput jam 7.10 saya diantar menuju kantar QP. Deparemen Eksplroasi, sampai menyerahkan ID card saya, kemudian diantar menuju sekretaris departemen. Nama sekretarisnya, Mrs. Maryam saya lalu ditawari mau minum apa, green tea jawabku. Sembari menikmati ruangan, Mrs. Maryam menyerahkan lembaran jadual interview. Jadual interview selama 3 jam, 1 jam masing-masing interviewer. Dari lembaran interview, terlihat jelas status jabatan mereka, ini saya peroleh dari Mrs. Maryam. Jadual interview disusun berdasarkan level jabatan. Interview mulai jam 08.00, perkenalan dilanjutkan obrolan tentang pekerjaan. Aslinya obrolan santai, ini yang membedakan ketika interview dengan orang Indonesia. Saya melihatnya, kandidat bukan dijebak dengan pertanyaan mereka tapi dituntun menuju jawaban tersebut. Sangat masuk akal mereka ingin mencipatakan suasana team work sebelum bergabung. Tepat jam 09.00, interview saya berakhir, Mr. Hasan, mengatakan “Good” disesi akhir.

Jam 09.00 masih di ruang yang sama, saya akan bertemu dengan Mr. Salaheldin begitu namanya. Orang ini menggantikan Mr. Richard yang sedang cuti. Mr. Richard sendiri sudah melakukan technical interview by phone. Mr. Salaheldin, sama dengan Mr. Hasan, mereka menuntun dalam menjawab pertanyaan mereka. 15 menit sebelum selesai, kami malah ngobrol mengenai keluarga. Dia, mengatakan Insyaallah, kamu akan bergabung disini (perasaan adem banget, Alhamdulillah). Jam 10.00, saya diantar menuju ruang Mr. Fah, Kepala departemen eksplorasi. Sejujurnya, saya agak kuatir interview dengan Mr. Fah, karena saya pikir dia berasal dari Singapura, ternyata orang Malaysia.

Alhamdulillah, ternyata obrolan kami lebih santai, CV saya malah tak dilihatnya. Dia hanya bercerita budaya tempat kerja, pengalaman, keluarga. Sesekali saya menimpali menanyakan tentang sekolah anak dan tempat tinggal nantinya. Singkat  kata, saya meminta dia men-support saya ketika saya bergabung nantinya. Bismillah.

Hari ke-2 :

Kalau dipikir, hari ke-2 lebih melelahkan dibanding hari ke-1. Bayangkan, saya dijemput jam 7.10 lalu diantar ke RS. Doha untuk MCU. Sebelumnya kami mampir di satu hotel lainnya, menjemput kandidat lain yang akan MCU pula. Jadi dalam 1 mobil ada 6 orang termasuk dengan sopir dari India (namanya Radja), 1 Malaysia, 2 India, 2 Inggris dan saya dari Indonesia.

Semua kandidat akan melakukan MCU, kami sampai disana jam 08.30 mengisi formulir lalu menunggu panggilan. Secara umum, MCU sama seperti yang ada di Indonesia. Qatar terkenal dengan paraturan yang sangat ketat dan dapat berubah begitu cepat. Tepat jam 12 siang cek kesehatan selesai. Di RS tidak disediakan makanan kecil apalgi minuman, setelah ambil darah saya bergegas ke raungan Tea Office untuk mengambil minum.

Proses MCU berakhir dihadapan Lead Medical Officer, seperti dokter kepala. Kesimpulan baik. Alhamdulillah saya juga menginfokan kondisi jari saya pasca kecelakaan Chopper beberapa bulan lalu. Alhamdulillah, tidak masalah walaupun sebelumnya saya kepikiram dengan jari saya tersebut.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke gedung WTC Doha, bertemu dengan orang HR. Alhamdulillah, HR nya kebetulan adalah orang Malaysia jadi lebih santai ngobrolnya. Rupanya ada recruitment campaign, ini dibuktikan tiap pintu ruangan tertera tulisan “Interview Room”. Perut rupanya tidak kompromi, ditawari minum kopi, cek berkas lalu pulang ke hotel. Macet rupanya pemandangan sehari-hari di Doha walupun tidak separah Jakarta, namun suhu hampir 40deg menembus kaca mobil kami. Tepat jam 2 siang, saya tiba di hotel, sholat Dhuhur langsung meluncur ke restaurant mengisi perut keroncongan.

Malam mulai beranjak…

Gemerlap lampu, meneguhkan bahwa Doha adalah kota super kaya, bangunan hotel bertingkat tinggi menghiasi langit malam, temaram lampu menuntun pulang para pekerja. Bunyi pesan lewat Whatsapp, bersiap menunggu jemputan kawan yang sudah janjian makan malam. si kawan satu ini sudah 1 tahun meninggalkan Indonesia dan bekerja di Qatargas. Kami lalu menjemput kawan lain dari Indonesia yang sudah janjian pula untuk ditraktir makan malam. Afghan Brother Restaurant adalah restoran pilihan kami, pilihan menu mandy rice disajikan dalam wadah sejenis niru dengan lauk ikan laut, khas timur tengah dengan rasa dan nikmat yang luar biasa. Alhamdulillah.

Selesai, saya lalu mampir di Lulu Minimarket, beli coklat untuk dibawa pulang ke Indonesia, nyampe hotel, ngucapin terima kasih, sholat Isya, lalu tidur karena besok siap-siap pulang ke Indonesia.

Alhamdulillah yaa Rabb, atas nikmat ini. Semoga menjadi barokah buat keluarga kami. Aamiin

#18.08.15 – 22.08.15

Tips MCU : jangan lupa bawa makanan ringan buat ganjal dan air mineral, karena malam hari harus puasa dan pihak rumah sakit tidak menyediakan.

3 thoughts on “Qatar

    C.A said:
    Juni 23, 2016 pukul 10:56 am

    Assalammualaikum, salam kenal pak Sudarman. Saya mau bertanya seputar step2 ke QP melalui agency yg sama. Karena kebetulan saya baru saja dapat phone interview dr agency itu & sdh deal dengan salary & benefit yg ditawarkan.
    Nah, kira2 apalagi step selanjutnya sampai bisa masuk ke QP. Tolong di reply ke email saya saja, biar japri.
    Terima kasih sebelumnya

      muhammad sudarman responded:
      Juli 11, 2016 pukul 3:50 pm

      Sudah technical phone interview dari QP?

        Choirol Abdu said:
        Juli 11, 2016 pukul 5:06 pm

        Belum. Cuma sdh dikasih offering nya dr agency. Biasa dr offering itu jaraknya brp lama dapat technical phone intvw? Dan apa lagi stepnya setelah itu?

        Makasih

        Sent from my …..

        >

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s