Sekilas tentang UAV (Pesawat Tanpa Awak) dalam dunia MIGAS

Posted on Updated on

Drone-SKY-Hawkeye-HM1315S-HD-Camera-Real-Time-5-8G-FPV-Quadcopter-Contro-Aereo-2-4G
Drone-SKY-Hawkeye-HM1315S-HD-Camera-Real-Time-5-8G-FPV-Quadcopter-Contro-Aereo-2-4G

Teknologi UAV atau Pesawat Tanpa Awak atau yang dikenal DRONE, terus berkembang pesat. Perkembangan sangat pesat terjadi di dunia militer, dikenal sebagai salah satu alat tempur modern pertahanan udara. Drone atau UAV rupanya juga digunakan oleh media televisi untuk pelaporan jurnalis secara langsung dari atas udara, media yang menggunakannya seperti TV One.

Contoh lainnya adalah dalam bidang Pertanian dan Kehutanan, teknologi ini pula sudah dimanfaatkan oleh perusahaan dengan mengontrak perusahaan-perusahan UAV untuk memaksimalkan peningkatan produksi, penyebaran pupuk tanaman, pemetaan density tanaman semisal kelapa sawit, tanaman sayuran dan sebagainya.

Saat ini teknologi Drone berkembang pesat di Indonesia sering dengan bertambahnya keperluan penggunaannya. Sebagai contoh Indonesia Maritime Institute (IMI) sedang mengembangkan DRONE yang diberi nama Flying boat OS WIFANUSA klik disini

Lalu bagaimana dengan Dunia Migas, sejauh ini saya belum mendengar bahkan mengetahui perusahaan minyak mana saja yang sudah menggunakannya, pemanfaatan pemilihan teknologi DRONE salah satunya untuk mengurangi cost yang timbul. Dunia Migas mengenal dan mengaplikasikan teknologi LIDAR. (http://oceanservice.noaa.gov/facts/lidar.html) dan Photogrametry untuk memetakan wilayah kerja seperti yang digunakan TOTAL Indonesie perusahaan minyak yang berbasis di Perancis. Teknologi tersebut data diintegrasikan dengan teknologi GIS melalui pengembangan GIS berbasis Web.

“LIDAR (Light Detection and Ranging) adalah metode penginderaan jauh yang digunakan untuk mengeksaminasi permukaan bumi).”

Seperti yang disinggung sebelumnya bahwa pemanfaatan Drone untuk mengurangi cost, accident, dan memetakan facilities dengan jarak dekat juga untuk kebutuhan praktis dimana kalau teknologi Lidar, peta yang dihasilkan dapat digunakan selama 2-3 tahun maka teknologi Drone untuk kebutuhan praktis 6 – 12 bulan. Salah satu perusahaan minyak yang sedang menjajal teknologi Drone ini adalah Total Indonesie yang mempunyai blok di Mahakam Delta.

Pasca accident akhir Maret 2015, Department Pipeline dan Survey bergerak cepat mengaplikasikan teknologi ini dalam rangka mendukung pekerjaan Pipeline Inspection setiap tahunnya. Bebeberapa vendor yang berminat diundang untuk mempresentasikan project yang berkaitan dengan penggunaan teknologi UAV. Dari materi presentasi vendor UAV, tak satupun yang mempunyai pengalaman pekerjaan di areal migas. Hampir semua bergerak di pemetaan kelapa sawit, rencana tata ruang dan wilayah dan peliputan berita.

Beberapa point yang harus diperhatikan ketika memilih vendor UAV sebagai berikut :

  1. Fixed wing availability
  2. Type of fixed wing and Brand Name
  3. UAV certification
  4. GPS used
  5. Auto Pilot
  6. Max flight distance (km)
  7. Max Telemetry distance
  8. Flight maximum duration
  9. Altitude
  10. Image spatial resolution
  11. Sensor availability
  12. Safety function
  13. Landing method
  14. Deliverable data format
  15. Multi Rotor Availability
  16. Project Experience
  17. Pilot Certified by APDI (Indonesian Drone Pilot Association)

Dalam mendukung pemanfaatan teknologi DRONE, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri No. 90 Tahun 2015 mengenai Pengendalian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang dilayani Indonesia.  PM_90_Tahun_2015

“Buruh Migas – Blok Mahakam, dipenghujung Juli 2015”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s