SUATU PAGI DI UNIVERSITAS HALUOLEO

Posted on Updated on

Subuh ini terasa menusuk, kota Kendari selalu saya rindukan paginya…karena rasa dingin menusuk setip paginya, atau mungkin ketika berada disana emang cuacanya sedang dingin…hehehehe …
Sudah hampir 3 hari kami liburan di kota ini…dan pagi ini adalah pagi yang paling rempong…harus bangunkan kurcaci2 kecilku…siapkan semuanya.

Iya…hari ini hari special buat adikku Arul…adik bungsu yang paling kecil, untuk menuju ke realita selanjutnya…wisuda dan siap untuk berjuang bertarung di dunia kerja dengan ribuan para pencari kerja lainnya
Setelah semuanya selesai…saya siap berangkat bersama adik dan ayahku…dan ketika melangkah keluar dari rumah adikku, kurasakan semilir angin dingin membelai pipiku, seorang wanita tersenyum disampingku. Ku gandeng tangannya, dia terlihat sangat cantik. Air mataku menetes melihatnya…saya bersemangat, mendampingi orang-orang yang sangat saya cintai ini…
Didalam mobil wanita disampingku terus tersenyum, sesekali kulihat dia memeluk dan mencium adikku, dan kulihat air mata menetes di pipinya…air mata kebahagiaan dan kesedihan…

Universitas Haluoleo masih dengan sejuknya, pohon-pohon besar seakan berhembus lembut menyambut kami, ku genggam erat wanita disampingku, membantunya turun, kubisikkan ditelinga “kita sudah sampai”. Kami beriringan turun, duduk diantara orang tua para wisudawan…
Kembali ku tatap wanita disampingku yang terus tersenyum dan menatapku, kutunjukkan dan kubisikkan ditelinganya memberi keterangan kalo adikku sekarang duduk di depan, diantara teman-temannya yang lain yang termasuk lulusan terbaik…wanita ini kembali tersenyum dan menitikkan air mata..

Tibalah ketika nama Adikku tercinta dipanggil di podium, wanita disampingku tiba-tiba berdiri dan maju kedepan untuk dapat melihat dengan jelas,dan kembali kulihat air mata menitik dimatanya…Saya memalingkan wajah untuk menyeka air mata yang juga mengalir dipipiku, saya merasa sesak.
Dan ketika semua prosesi sakral ini berlangsung, ku genggam erat tangan wanita ini dan dan tangan ayahku, kutuntun untuk bertemu adikku,..dengan riang wanita ini mengikutiku,
Adikku mencium tangan ayahku, mencium tanganku, memeluk ayahku…dan hey…lagi2 wanita ini kembali dengan bahagia memeluk adikku dengan air matanya yang kembali menetes…
Saya ingin menangis, tapi kutahan air mata yang sudah mau sy tumpahkan, melihat adik dan ayah serta wanita yang dari tadi bersama kami.

Gak afdol rasanya kalau gak mengabadikan moment yang sangat bahagia ini, ku nyalakan kamera, ku gerakkan tangannku member instruksi agar ayah dan adikku berdiri berdampingan untuk kuambil gambarnya, dan wanita cantik ini juga berdiri ditengah kedua lelaki ini tanpa ku suruh, dengan senyum bahagia…dan setiap kali gambar kuambil, wanita ini selalu ada diantaranya..saya tersenyum kepadanya melihat kebahagiaanya.
Ketika waktunya kami pulang, kucari wanita yang sedari tadi selalu ku gengganm tangannya, saya seperti kehilagan sosoknya, ternyata saya terperanjat ketika melihat dia bersama adikku yang sedang duduk sendiri di bawah pohon, entah apa yang di pikirkan oleh adikku..

Air mata kulihat menetes di pipi adikku, dan wanita ini memelukknya, kembali mencium pipinya, begitu lembut, mengelus rambut adikku, dalam diam dia berbisik, dan adikku hanya bisa menangis, ku dekati adikku, kutanyakan “mengapa kau menangis?”..”saya ingat ibu!”adikku menjawab disela tangisnya..
Kupeluk dia, kubisikkan “Insya Allah ibu bahagia melihatmu seperti ini, doakan dan kirimkan al Fatiha buat ibu yah…”kembali kupeluk lelaki kesayangan ibuku ini.

Tidakkah kau tahu dek, ibu selalu berada disampingmu, sejak pagi sampai sekarang, dan dia terus memelukkmu, mengelus rambutmu, merasa bahagia, karena lelaki kecilnya, yang pernah menuntunnya dengan kalimat-kalimat Allah disaat Sakaratul mautnya, sekarang telah meluluskan kuliahnya.

Lelaki kecilnya yang selalu dia titipkan padaku lewat mimpi2ku ketika bertemu dengannya.

Ibumu sekarang ada disampingmu, melihatmu dengan kasihnya…
“mari pulang dek” kuajak kembali adikku untuk kembali, dan wanita disampingku hanya memandangku bersama ayah dan adikku, melambaikan tangannya dan matanya menatapku seakan berkata “jaga adikmu” dan kulihat perlahan-lahan menghilang dikuti semilir angin dingin yang kembali mengelus pipiku…

Terima kasih Tuhan untuk pertemuan berarti ini…
Kami mencintaimu Bunda untuk apapun dan dimanapun kau berada…

#source : https://www.facebook.com/ita.fauzi/posts/922210641124825
tulisan dari seorang teman SMA dan juga teman saat kuliah di Kota Malang
this is special dedicated to her beloved Mom that was passed away and brother at his Graduation Day

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s