Ghazi Musyaffa Malik

Posted on Updated on

Ghazi Musyaffa Malik
Ghazi Musyaffa Malik

Ghazi Musyaffa Malik

Kehamilan bunda yang ke-3 rasanya campur aduk, dag-dig-dug menanti kelahiran buah hati kami. Sejujurnya, sebagai orang tua, kami berharap anak ketiga kami berjenis kelamin perempuan. Selama lebih kurang 9 bulan, sebagai ayah tak pernah sekalipun ingin mengetahui jenis kelamin anak kami. Setiap kali mengantar untuk check up kondisi bayi, saya pun tak pernah ingin mengetahuinya, hanya bunda sendiri yang berkonsultasi dengan dokter kandungan, saya hanya menjaga Thariq dan menemani Omar bermain diluar, saat kontrol selesai saya baru masuk dan menanyakan kondisi jabang bayi dan bundanya. Alhamdulillah keduanya sehat wal’afiat.

Dalam masa penantian tersebut, saya tak henti dalam sholat meminta kepada Allah dikarunia anak perempuan. dalam masa penantian itu pula, bunda dalam berbagai kesempatan ketika diskusi mengenai perkembangan anak, menyelipkan bahwa keluarga si fulan semua anak nya berjenis kelamin laki-laki, ketika mendengar hal itu, saya langsung berdoa agar Allah menitipkan bayi dalam kandungan bunda berjenis kelamin perempuan.

Tak terasa bulan berlalu begitu cepat, dan saya pun tak ingin mengetahui jenis kelamin anak kami. Mungkin, ada perasaan belum siap menerima kenyataan nantinya. Bunda pun terus dengan sabar (dan mengetahui psikologi ayah) tak henti dalam berbagai moment mengingatkan saya untuk menyiapkan mental tatkala Allah nantinya menitipkan kami anak laki-laki lagi. Di penghujung bulan, dimana pekan kelahiran bayi kami tinggal menunggu hari, saya mengikhlaskan, apapun yang Allah titipkan ijinkan kami berdua diberi kekuatan agar menjadi hambaMu yang dapat menegakan Tauhid dan menyebarkan syiar agamaMu.

14.11.14 adalah tanggal yang kami pilih untuk proses kelahiran. Rencana awal 06.11.14 dipilih agar sesuai dengan Milad bunda nantinya, namun menurut dokter kondisi paru-paru jabang bayi telah sempurna pada tanggal 08.11.14, dengan berbagai pertimbangan kami memilih tanggal tersebut. Seperti 2 putra kami sebelumnya, anak ketiga harus melalui operasi Caesar.

Hari kamis 13.11.14, ba’da maghrib kami berangkat menuju rumah sakit. RS Pertamina Balikpapan tetap menjadi pilihan dengan pertimbangan dokter dan dokumentasi kelahiran kelahiran 2 putra  tersimpan di RS Pertamina. Peralatan bayi telah kami siapkan beberapa pekan sebelumnya dan dimasukan dalam koper pakaian. Omar dan Thariq, kami titipkan sementara ke Omah nya (ibu mertua) di komplek WIKA, agar nantinya lebih leluasa mengurus administrasi dan persiapan kelahiran nantinya

Hari jum’at, hari yang penuh berkah, kalender menunjukan 14.11.14, tak henti dzikir memohon kemudahan proses ini. Ibu dan saudara di kampung (kab. Bombana Sulawesi Tenggara) telah kami saya kabarkan, sekaligus minta didoakan.

Jarum jam menunjukan pukul 09.30 pagi, bunda harus segera masuk ruang operasi, saya pun ikut mengantarnya sampai di ruang tunggu nya. Setelah berdoa sejenak, saya lalu mencium kening bunda, sambil membisikan yang kuat bunda, jangan lupa shalawat.

Operasi kali ini dibantu oleh Dr. Bisma, salah seorang dokter obgyn terkenal di Kota Balikpapan. Dokter Bisma ini pun yang membantu proses 2 kelahiran anak kami sebelumnya. Jadi riwayat kondisi bunda, beliau mengetahuinya.

Pukul 10.34, saya masuk ke ruang bayi setelah menunggu hampir sejam. Alhamdulillah, anak kami yang ketiga lahir dengan panjang 51cm, berat 3.32kg dan berjenis kelamin laki-laki.
Alhamdulillah, Allah rupanya berkehendak lain, menitipkan kepada kami (Insyaallah) seorang mujahid Islam lagi. Setelah menciumnya, adzan dan iqomat saya bisikan ke kedua telinganya. Suster pun turut memberi informasi bahwa ibu dan anak dalam kondisi sehat wal’afiat.

Berita bahagia ini saya sampaikan ke ibu, saudara dan beberapa teman dekat kami. Oiya, rupanya adik istri saya sudah mengetahui jenis kelamin anak kami yang ketiga, rupanya bunda pernah mengatakan sebelumnya tanpa meberi tahu saya.

4 hari berlalu, kami pun bersiap pulang. kami telahmemilihkan sebuah nama untuknya denga tetap bersandar pada assunnah Nabi. Ghazi Musyaffa Malik, kami pilihkan untuknya yang mengandung makna Pemimpin/Raja/Pejuang Islam yang mendapat Syafaat (Ghazi = pejuang, Musyaffa = mendapat syafaat dari Allah, Malik = Raja). Setelah mengurus administrasi, mengucapkan ras terima kasih ke dokter dan suster. kami pun meninggalkan RS Pertamin.

Angin sore berhembus perlahan, mobil berpacu lembut menembus ramainya jalan, berjuta harapan teruntai, saya, bunda, Omar, Thariq dan si kecil Ghazi. Allahu Akbar, semoga Allah memberi kekuatan kepada saya untuk menjaga 1 bidadari surga dan 3 mujahid islam ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Bumi Allah
Balikpapan, 19.11.14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s