Sang Milyuner Tambak

Posted on Updated on

Sudah lama rasanya saya tidak mengunjungi blog ini, tangan saya enggan untuk berlama-lama di keyboard. Kehilanangan ide dan mungkin inspirasi untuk menuliskan beberapa kegiatan. Hampir seminggu setelah mission ke Mahakam Delta via Samarinda, saya baru bisa menulis sepenggal pengalaman. Tanggal 21 Malam ba’da sholat Isya, kami bertiga (Mas Robert, Saya dan Pak Bhimo driver) – Team Survey bergerak menuju Samarinda. Perjalanan malam ini ditempuh 2.5jam. Di KM50, kami beristrahat sejenak, persinggahan umum untuk semua kendaraan dari dan menuju Samarind. “Tahu Sumedang” begitu terkenalnya sebutan itu, karena tempat tersebut identik dengan jajanan Tahu Sumedang. Enak, gurih dan tempat nya sangat representatif.

Jam 11.00, kami sudah dipenginapan, kami menginap di Hotel Diamond. Besok pagi tepat 07.00 kami langsung meluncur ke Sei Meriam Jetty sebagai Muster Point dengan tim lain (dari Project, Land Acquisition). Perjalanan ditempuh selama 1 jam. Jam 09.30 kami langsung meluncur ke Lokasi menggunakan Sea Truck. Julak dan Acil, adalah driver dan co-driver untuk membela Sungai Mahakam, membawa kami memasuki setiap aliran sungai Mahakam sesuai sket yang kami buat. Sebenarnya pre-survey ini untuk mendukung rencana pemasangan pipa HDD (Horizontal Directional Drilling) pipa yang ditanam di  kedalaman puluhan meter lebih. Untuk itu, perlu adanya sosialisai dan cek actual kondisi dilapangan karena akn bersentuhan dengan pemilik tambak di Mahakam Delta.

Perjalanan hari pertama, sangat melelahkan sekitar 4km lebih kami berjalan kaki bolak-balik menyusuri tambak warga. Untuk tambak yang terkena project pemasangan pipa atau pem-bor-an minyak bernilai sangat fantastis. Bayangkan per 1Ha, tambak tersebut ditawar min. 70juta. Ini jika pemilik tambak setuju dari penawaran company. Terkadang mereka berani melepas lebih dari angka tersebut.  Wowh….sangat kaya bukan? setiap pemilik memiliki lebih dari puluhan hektar lahan tambak aktif. Sepanjang perjalanan, saya merenung betapa beruntung nya petambak yang memiliki lahan luas di Mahakam Delta. Sore kami baru sampai, jam 3.30. Jujur saya udah gemetaran menahan lapar. Panas dan kehausan juga membuat saya lemas. Kami lupa membawa lunch box, sehingga tak usah kembali ke Long Boat untuk makan siang.

Makan siang di Long Boat sangat nyaman, ayam balado, ikan kakap, sayur asem dan tempe goreng plus sambal menemani hari pertama survey kami. Long Boat adalah kapal yang didesain semacam Hotel di Mahakam Delta untuk mendukung project di Mahakam Delta. terdiri 2 tingkat, ada kamar VIP, Kamar Employee, restaurant, mini movie room, kamar mandi, ruang sholat, Indovison, jaringan WiFi dsb. Dalam 1 hari, juru masak melayani lebih dari 200 orang karyawan baik yang tidur di Loang Boat atau yang pulang ke darat.

Setelah santap siang, kami langsung meluncur pulang ke Sei Meriam Jetty. Menginap di Hotel Diamond, berhubung Hotell Aston dan Swiss Borneo Hotel sudah penuh. Perjalanan ini ditempuh 1 jam lebih. Cukup lelah, namun ini adalah pengalaman pertama saya langsung masuk ke area Mahakam Delta. Fly over menggunakan Helicopter (chopper) untuk melakukan survey foto udara biasa saya lakukan bersama tim dari Pipeline.

Hari ke-2, kami meluncur dari Sei Mahakam lagi,bertemu dengan tim lain kemudian berangkat. Mengantisipasi kejadian hari pertama yang telat makan, kami akhirnya meminta lunch box saja untuk memudahkan jadual makan siang. Hari k-3 dst, kami lalui seperti biasa menyusuri areal tambak. Namun hal yang paling menarik menurutku ketika mampir disalah satu penjaga tambak, ternyata mereka baru saja panen”ikan Bungo” begitu mereka menyebutnya. Karena didorong ingin merasakan ikan yang sduah dikering, kami lalu membeli masing2 2kg. Hmm…nikmatnya rasanya sudah terbayang dihari minggu nanti saay saya pulang, Bubur Manado itu yang saya inginkan. Saya lalu sadar, ternyata di Mahakam Delta yang jauh, boleh dibilang di hutan (terdiri dari tumbuhan mangrove untuk menahan abrasi) masih ada kehidupan para penjaga tambak. Satu hal dalam benak saya, bagaimana dengan perkembangan anak2 mereka yang masih kecil? sekolah rasanya mustahil tapi saya berdoa semoga kelak anak mereka dapat membahagiakan kedua orang tuanya.  Perjalanan pulang, sungguh butuh perjuangan , menurutku 4km lebih (perjalanan paling jauh) saya harus memanggul dus berisi ikan. Kehabisan air mineral, tak membuat saya lelah, masing2 dari kami membekali dirinya dengan 1botol Aqua ukuran sedang. Alahamdulillah, sampai juga di Sea Truck, makan siang sudah menunjukan jam 2.30pm. Dengan lahap, kami makan. Menu hari ini adalah Sop, Ikan asin, ayam goreng dan juga sambal.

Seminggu kami menginap di Hotel, tempat melepas lelah tatkala malam mulai menyapa. Esok hari, saat pagi mulai menyembul disela2 jendela hotel., kami bergegas berangkat menuju Se Meriam Jetty. Mungkin yang menjadikan kuatnya ikatan persaudaraan adalah karena pergaulan setiap hari dari kalangan manasaja, beda dengan yang dioffice saja. Bekerja di lapangan bukan soal keahlian teknis saja, tapi bagaimana menjalin komunikasi pada semua kalangan. Kita dituntut agar mampu menjalin komunikasi dengan para driver Sea Truck, helper, penduduk lokal, dsb.

#what amazing a long journey – Mahakam Delta (22 s/d 27 April, 2012)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s