Kota Minyak tempat menjemput rejeki

Sampingan Posted on Updated on

Disini, di tempat ini, impian terus diretas, entah mengapa kota ini dengan segala pesona yang membalutnya selalu menjadi daya magnet tersendiri untuk mencari rejeki. Balikpapan…pesona kota minyak dengan banyaknya perusahaan minyak dan gas beroperasi. Adalah kilang minyak Pertamina, megah, berdiri kokoh dengan flare menghiasi lautnya. Dari sekumpulan pipeline mengitarinya, terus mengeluarkan nyala api diujung mulutnya. The Hub Major begitu tepatnya menggambarkan posisi dan letaknya sebagai penghubung kota dan kabupaten lain di provinsi Kalimantan Timur.

“Kilang minyak ini terletak di tepi teluk Balikpapan, meliputi daerah seluas 2,5 Km2 . Kilang ini merupakan kilang tua yang dibangun tahun 1922. Saat pecah Perang Dunia II kilang ini hancur akibat pemboman hebat yang dilancarkan oleh pihak Sekutu dan pembangunan kembali kilang yang hancur ini dimulai tahun 1950.  Kilang minyak Balikpapan terdiri dari areal kilang, yaitu Kilang Balikpapan I dan Kilang Balikpapan II.

Kilang Balikpapan I terdiri dari :

  • 2 Unit pengilangan minyak kasar (mentah). Hasil dari unit ini adalah Naphta, kerosene, gasoline, diesel, dan residue.
  • 1 Unit penyulingan hampa (High Vacuum Unit) hasil unit ini adalah : parafinic oil destilate (POD), yang dipakai untuk bahan baku untuk 1 unit pabrik lilin dengan kapasitas 100 ton lilin perhari. Lilin yang dihasilkan terdiri dari berbagai jenis (grade) yang dipasarkan didalam negeri maupun keluar negeri.

Kilang Balikpapan II terdiri dari :

Kilang ini diresmikan tanggal 1 Nopember 1983, terdiri dari dua kelompok kilang, yaitu : Kilang Hydroskiming dan kelompok Kilang Hydrocracking. Hasil dari kilang balikpapan II ini adalah : gas (refinery gas), LPG, Naphta, kerosene, diesel, dan residue.” (source : http://www.balikpapan.go.id)

Kilang Minyak II – Pertamina Balikpapan

Bila kita berjalan disepanjang sudutnya, tentu kita akan setuju mengatakan kota ini sangat bersih dibanding kota-kota lain di INDONESIA, tak pelak pemerintah mengganjar tiap tahun dengan piala adipura. Dengan usia 114 tahun, kota ini tumbuh dengan pesat. Pesona paling indah adalah saat senja di sepanjang ruas jalan Minyak, lampu kilang minyak seakan berebutan mengeluarkan terangnya, nyala api diujung flare dengan gagah memimpin beribu watt,  sesekali menyemburkan nyalanya. Kawasan ini merupakan access jalan menuju kantor Pertamina dan Total EP Indonesie, saat senja mulai merambat, cahaya lampu pun satu satu mulai keluar.

Suatu saat tentang pesona kota ini, kutanyakan kepada ibu kost saya (pengganti orang tua saya di Balikpapan). apakah akan tetap tinggal di Balikpapan saat saat Bapak (suami beliau) sudah pensiun dari Pertamina, dengan mantap beliau menjawab “saya akan tetap tinggal di Balikpapan rejekinya dari nyala api itu” jawab beliau sambil bergurau. Nyata, flare tersebut menggambarkan produksi minyak dan gas, dengan tank-tank besar yang dibangun, cukup menggambarkan jumlah produksi per barrel nya. Mungkin ketika flare itu tidak lagi mengeluarkan api, artinya karyawan pertamina harus siap-siap angkat kaki dari Balikapapan atau resign lebih awal🙂.

Bangunan dikomplek adalah peninggalan Belanda, sangat tua, namun sirkulasi udara sangat bagus, ini terbukti ketika saya tinggal sebagai penghuni anak kost periode 2006-2009. Bangunan yang berdiri di pegunungan dengan view laut semakin menambah pesona kota ini.

Senja itu, senja saat saya harus pulang dari kantor melewati ruas jalan sambil berucap penuh senyuman semoga nyala api itu terus mengeluarkan nyala nya untuk ribuan pencari rejeki di Kota Balikpapan.

~selasa pagi 6.30,  libur tengah bulan mei~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s