Kunci-kunci yang Ghaib

Posted on Updated on

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”.  QS. Al An’am : 59

Siang saat jam istrahat kantor, berdua teman kantor kami menuju Mall yang terletak di pusat kota Balikpapan. Karena urusan yang berbeda, kami sepakat berpisah. Teman saya menuju gramedia sedang saya sendiri menuju sebuah salon. Namanya salon Jhony Andrean, saya ingin refleksi kaki begitu niatku. Namun, ternyata saya masuk dalam waiting list sehingga harus menunggu sampai 1 jam lagi.

Saya lalu bergegas menuju toko buku gramedia yang kebetulan letaknya tidak begitu jauh. Melihat referensi buku baru adlah kebiasaanku yang tidak pernah hilang jika masuk ke toko ini. Dalam satu rak tersusun beberapa buku dengan plang tertulis buku baru. “Notes from QATAR” ditulis seorang pemuda berusia 24tahun. Sangat belia, tapi rupanya penulis tersebut adalah mahasiswa peraih beasiswa penuh untuk finacial syariah di Qatar. Dibiayai penuh oleh seorang Emir Qatar. background pendidikannya adala lulusan dari Universiti Teknologi Petronas, peraih 3 penghargaan penuh dan salah satunya adalah meraih award paling prestisius di universitas tersebut.

Saya lalu membaca beberapa sub bab dalam buku, yang menarik adalah banyaknya tulisan dari beberapa tokoh dan juga sosialita atau pesohor di negeri ini. Ada Jusuf Kalla, mantan Wapres RI dan lain sebagainya. Namun yang membuat saya tertegun adalah halaman yang memuat tentang  Kekuasaan ALLAH. Dalam halaman tersebut dijelaskan bahwa semua siklus kehidupan sudah tercatat dalm Kitab Lauhul Mahfudz dan kita harus  menyadari dan tunduk ats ketentuan ALLAH tersebut. Ayat dalam QS. Surah An’am kembali membuat saya tertunduk malu dan juga sekalgus membuat semangat saya terus menyalah. Saya ingin meneruskan S2, namun dengan biaya yang cukup mahal sepertinya saya hanya berharapa ada keajaiban yang menuntun saya meraih gelar tersebut.

Bukankah tidak ada yang sulit dihadapan ALLAH, jika DIA berkata ‘”Kun” tak ada yang mampu menghambatnya dalam sepersekian detik. Seperti juga cerita halaman perhalaman dari buku tersebut. Semua cerita tetap bersumber kepada Sang Maha Segalanya.

Kalau sudah begitu, pantaskan kita berputus asa atas nikmat ALLAH, kita hanya perlu bagaimana ALLAH sayang kepada kita, lalu kita tinggal menunggu apakah permohonan kita akan dipercepat atau dilambatkan saat kita sudah siap menenerimanya.

Dalam perjalanan pulang, saya terus introspeksi dengan apa yang saya alami selama ini khususnya  dalam pekerjaan saya.

ENGKAU tahu apa yang hamba butuhkan saat ini.

Tuhan, hamba hanya ingin bersyukur atas nikmat yang ENGKAU berikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s