Andik Vermansyah dan kaos David Beckham

Posted on Updated on

Andik Vermansyah dan kaos David Beckham

Terlalu jauh membandingkan prestasi Andik Vermansyah gelandang mungil nan lincah yang dimiliki Timnas U23 dengan Lionel Messi Pemain terbaik dunia saat ini. Pemain bernomor punggung 21 itu, terpilih sebagai man of the match pada pertandingan Indonesia Selection vs LA Galaxi, klub asal Amerika Serikat yang dibela mega bintang David Beckham. Dengan usia yang menginjak 36 tahun, pesona Beckham di lapangan hijau masih tetap ada dan membekas nyata. Gol berkelas dari free kick sering kali menimbulkan mimpi buruk tim lawan. Namun, malam itu di stadion GBK, stadion kebanggaan publik tanah air rupanya free kick Beckham belum mampu merobek gawang yang dijaga Andritany ataupun Kurnia Meiga, kecuali gol semata wayang Robbie Keane menit 13.

Malah yang terjadi adalah teriakan “huuu” beberapa penonton ketika tackling keras Bechkam terhadap Andik Vermansyah pada babak I. Setiap kali Beckham menguasai bola, saat itu pula suara penonton bergemuruh meneriakan kata “huuh”. Rupanya penonton kecewa, aksi pemain sekelas David Beckham. #rupanya penonton juga lupa, pesona beckham yang membawa mereka ke Stadion GBK#

Tapi bagi saya itu bukan unsur kesengajaan, mungkin saja dibenak Bechkam bahwa pertandingan malam itu adalah El Classico (Real Madrid vs Barcelona) sehingga perlu melakukan tekel untuk menahan pergerakan Messi. Saya menganggap LA Galaxi yang dilatih Bruce Arena adalah tim Madrid dengan pemain jangkungnya, dan Indonesia Selection adalah Barcelona dengan sekumpulan pemain dengan tinggi 165cm.

Wow, mungkin penonton di GBK tidak ingin melihat pemain masa depan mereka Andik cedera gara-gara tekel Beckham. Malam itu memang serasa milik gelandang mungil nan lincah, kuat bertenaga, dribble, sprint yang sangat cepat, liukan kaki yang aduhai. Sama seperti pujian yang diungkapkan Coach RD terhadap Andik Vermansyah setelah permainan usai. Dan “mungkin” akibat teriakan itupula akhirnya Beckham mau bertukar kaos setelah sebelumnya beberapa pemain timnas menawarkan diri. Jika melihat wawancara reporter SCTV dengan Beckham, nyata bahwa dia menginginkan pertukaran kaos tersebut. Begitu juga saat berlangsung wawancara, Andik mencolek Beckham berharap bertukar kaos. Alamak….puluhan ribu penonton melihat sekaligus menunggu moment tersebut dengan siapa kiranya seorang Beckham mau bertukar kaos. Terjawab sudah, Andik Vermansyah – Messi dari Indonesia yang terpilih. Sadar akan tekel kerasnya dan terpesona akan permainan Andik adalah alasan utama Beckham mau bertukar kaos. Lebih dari itu, Jersey bernomor punggung 23 tersebut adalah hadiah terindah sekaligus pelipur duka bagi Andik dalam karir sepak bola nya setelah gagal di final Sea Games 2011.

Mungkin Andik Vermansyah tidak pernah bermimpi bertemu seorang pemain bintang sekelas David Beckham, namun kini mimpi mantan loper koran di stadion 10 November dulu kini menjadi kenyataan, menerima kaos bernomor punggung 23 dan mungkin suatu saat Andik akan bermain di level internasional.

Ungkapan polos dari sang idola baru, dia ingin tidur menggunakan kaos tersebut dan juga tidak akan mencuci nya selama 3 hari (*rasanya gimana ya🙂. Andik juga mengungkapkan “disapa Beckham Bagaikan Bertemu Wanita Cantik”. Ganjaran yang pas untuk malam yang sangat spesial itu.

Pengalaman bertanding melawan LA Galaxi menjadi feedback coach RD melihat potensi dan meramu anak didiknya, seperti yang dituturkan saat press conference “Mereka babak pertama bermain cukup efisien, sementara dalam beberapa momen kita unggul dalam kecepatan dan skill. Dan mungkin ini yang mungkin akan terus kita gali, kelebihan-kelebihan dan potensi pemain kita, agar bagaimana dengan kelebihan kita, kita bisa main seperti mereka dan lebih efisien,” ujar pria yang akrab disapa RD ini.

“Saya senang dapat pejalaran berharga hari ini dari tim besar seperti mereka dengan pemain-pemain hebat. Anak-anak sudah membuktikan bahwa mereka respek tapi tetap menyulitkan lawan,” tuturnya.

Lebih dari itu harapan masyarakat Indonesia pecinta sepak bola adalah dahaga juara akan terjawab tuntas, tatkala kita dapat melihat Timnas mengangkat piala Tiger atau Sea Games yang akan datang. Jangan menyerah, terus terbang tinggi Garudaku.

Glory Night in GBK Stadium (30.11.2011).

I love Timnas, No for Corruption…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s