Loper Koran di Lampu Merah Balikpapan Baru

Posted on Updated on

Matahari baru saja menampakan wajahnya, helai angin perlahan bertiup lembut. Ya,  Sabtu pagi, 26.11.2011 saya harus mengantar istri ke acara kantor, pertemuan manager bank syariah se-Balikpapan begitu kata istri saya. Bergegas kami berdua menitipkan Faris  di rumah mertua yang terletak tak jauh dari rumah kami.  lalu saya pun mengantar ke Hotel Aston tempat acara tersebut berlangsung.

Setelah itu, saya pun meluncur di salah satu counter pembiayaan kendaraan untuk membayar tagihan bulanan yang telah jatuh tempo. Hal menarik sebenarnya adalah betapa seringnya saya melihat se-kumpulan anak menjajakan koran di per-empatan lampu merah Balikpapan Baru. Sekumpulan anak dengan usia sekolah dasar bahkan ada yang sudah drop out dari wajib belajar yang ditentukan pemerintah. Baru saja beberapa meter berjalan, seorang anak melambaikan tangan memberhentikan laju kendaraan saya, ingin menumpang begitu katanya.

“adek mau kemana?” kata saya

“mau ke kantor telkom om” ucapnya

“kamu jualan koran ya?” selidik saya

“iya, om…saya dikasih 30 tidak boleh lebih, orang besar nya yang banyak”

“Ohh..boss mu?” tanya ku lagi

“iya, om” sambungnya

“kamu, dapat berapa kalo laku semua?” tanyaku lagi

“500 per lembar, om…ini baru laku 27, masih sisa 3, sekarang mau pulang makan dulu, baru jual lagi” jelas dia

“kamu masih sekolah?”

“masih, om. kelas 3 SD, saya jualan sabtu sama minggu saja” terang dia

Sampai di depan kantor telkom Balikpapan, saya lalu menurunkan dia tak lupa saya membeli koran tribun news.

Kejadian diatas sudah kesekian kalinya saya temui dihari sabtu-minggu. Beberapa anak bahkan sudah tidak sekolah lagi, hanya untuk menjajakan korannya. Bahkan sampai ba’da maghrib mereka berjualan, dengan alasan kalo tidak laku semua mereka harus membelinya kembali. Yaa..dengan harga 4ribu/eks – Kaltim Post dan 2ribu / eks – Tribun News, rasanya mereka mampu menjual habis setiap harinya.

Namun, yang mungkin menjadi perhatian adalah bagaimana peran mereka mem-promosikan2 koran terbesar di kaltim dengan menjadi loper koran lokal tersebut. Rata-rata dari mereka berasal dari keluarga tidak mampu.

Dedikasi mereka mungkin mendapat perhatian dari pemilik koran tersebut, pemberian beasiswa bagi siswa SD yang masih bersekolah sepertinya perlu juga, dengan aturan setiap siswa yang menjadi loper koran dan mempunyai prestasi bagus di sekolah patut mendapat apresiasi. Beasiswa “hanya” dalam angka puluhan ribu, sepertinya tidak akan menggerus keuntungan yang didapat tiap harinya.

Mereka perlu mendapat perhatian yang cukup, mengorganisir tempat2 menjajakan koran dengan dilengkapi ID pengenal yang disediakan oleh pemilik koran sehingga ini tampak bukan eksploitasi kehidupan mereka.

Selamat ber-jualan koran adek2, tetap perhatikan keselamatan di jalan, jangan lupa belajar yang giat. Saya berdoa untuk mereka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s