Singa Gurun Pasir : Kemenangan Pasukan Revolusioner atau AS ?

Posted on Updated on

Tewasnya Singa Gurun Pasir : Kemenangan Pasukan Revolusioner atau AS

Media pagi ini tak terkecuali cetak ataupun elektronik memberitakan tewasnya Kolonel Moamar Khadafi. Pemimpin Libya yang berkuasa selama 42 tahun tewas di kota kelahirannya Sirte. Oleh sebagian (banyak) orang Khadafi dikenal sebagai seorang Tiran, pemimpin otoriter. Namun sebagian kalangan menganggap Khadafi adalah salah satu pemimpin yang berani melawan hegemoni AS di Timur Tengah. Terlepas dari semua itu, pelajaran yang (mungkin) dapat diambil sejak konflik berdarah antara Pasukan Revolusioner yang dibantu oleh NATO dan Pasukan Khadafi bahwa perang selalu menyisakan luka mendalam dikalangan rakyat sipil (civil society). Khadafi dengan dalih mempertahankan kekuasaannya begitu juga kaum revolusioner dengan jargon demokrasi kebebasan tanpa rasa ketakutan di negeri mereka sendiri.

Ada apa sebenarnya?

Terlalu jauh untuk menafikan bahwa Libya yang kaya dengan sumber daya alam nya berupa Minyak menjadikan NATO ikut bermain api juga (tentunya dengan embel-embel demokrasi). Kita dapat melihat jelas bahwa Minyak Libya menjadi bahan pertaruhan NATO untuk mendukung pasukan Revolusioner.

 Libya bernasib sama dengan Irak

 Menilik dari apa yang terjadi di belahan Timur Tengan, semua akan mahfum bahwa Minyak di Timur Tengah adalah primadona yang terus diperebutkan, dengan dalih apapun..!!. Konsumsi AS tehadap minyak menjadikan negara ini terus berupaya untuk mempertahankan hegemoni nya dibelahan dunia manapun. Satu catatan menarik adalah kata Demokrasi. “Demokrasi” sebagai first leathal weapon untuk masuk dan mencaplok negara tersebut. Publik tidak akan pernah lupa bagaimana Irak yang didesain sebagaiman rupa dengan argumentasi “kepemilikan senjata pemusnah” tidak pernah terbukti sampai sekarang. Saddam Hussain, berdiri kokoh untuk mempertahankan negerinya harus meregang nyawa di tiang gantungan. Soft issue dari setiap agresi tersebut adalah Economic Expansion, berupaya melebarkan kekuasaan ekonomi sistem kapitalis di negara manapun. Mungkin terlupakan, namun Khadafi memegang sumpahnya untuk tetap berjuang sampai titik darah penghabisan melawan NATO.  Dan hari ini oleh media diseluruh dunia memwartakan tewasnya Khadafi

Nasionalisme kebablasan

Perang tidak menyelesaikan masalah dan yang pasti meninggalkan kepedihan bagi setiap rakyatnya.  Seperti halnya di negeri ini yang sedang berjuang terhadap musuh yang namanya korupsi. Untuk hal ini acap kali kita hanya bisa meradang, meringis dan mengurut dada bagaimana pelaku tindak korupsi tersebut dihukum ringan bahkan vonis bebas. Dan kita pun tertunduk lesu berujar “Acap kali pemimpin lupa, namun trakyat tetap setia”. Ya..kita tetap setia hidup dan mati dinegeri ini..!!. Relevansi nyata dengan Khadafi adalah Khadafi adalah Singa Gurun Pasir, sangat anti kebijakan AS namun dilain pihak Khadafi dengan segala atribut yang melekat terhadap dirinya ikut menghisap darah rakyatnya sendiri. Mungkin ini yang sedang berlaku di negeri ini….

What is the next…

Setelah Irak, Mesir, Libya mungkin tak lama lagi kita akan menyaksikan jatuhnya tampuk kekuasaan Presiden Suriah…

#Berpendar-pendar lah dalam cahaya kebaikan pagi ini…

One thought on “Singa Gurun Pasir : Kemenangan Pasukan Revolusioner atau AS ?

    arief said:
    Oktober 31, 2011 pukul 11:50 pm

    SUBHANNALLAH……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s