Menulis Cover Letter pada Email

Posted on Updated on

Menulis Cover Letter pada Email

Postingan dibawah saya ambil dari database kyai Google, yg ditulis seorang recruiter. selamat menyimak

Menulis cover letter pada email ini sedikit banyak memang beresiko, karena bila anda tidak mengetahui bagaimana caranya menulis dengan teknik yang efektif dan efisien, salah-salah email anda malah akan dihapus karena dianggap cuma membuang waktu si recruiter.

Namun berbeda dengan praktek yang selama ini banyak diterapkan oleh para kandidat di Indonesia dimana cover letter dilampirkan sebagai attachment tersendiri (bersama dengan CV).Sebagai contoh untuk memperjelas apa yang saya maksudkan, silakan anda baca iklan lowongan kerja yang saya pasang beberapa waktu yang lalu di JobsDB.com

Associate Project Manager

Dari iklan diatas, saya menerima cover letter yang ditulis pada email sebagai berikut:

Aplikasi 1

Nah, yang menjadi masalah adalah isi dari cover letter tersebut merupakan format standar dari JobsDB.com, which is not good because it’s totally pointless.

Lalu bagaimanakah bentuk cover letter pada email yang formatnya bisa disarankan?

Silakan lihat contoh cover letter pada email dibawah ini:

Aplikasi 2

Nah, sekarang mari kita bahas satu-persatu kenapa cover letter ini efektif, efisien dan mau tidak mau membuat si recruiter tergerak untuk membaca CV yang dilampirkan secara lebih detail.

1. Email Subject. Secara jelas menyebutkan posisi yang dilamar beserta dengan pengalaman relevan yang dimiliki. Dengan email subject seperti ini, si recruiter pasti langsung tertarik untuk membaca lebih rinci isi dari email tersebut.

2. Body of Email. Anda perhatikan dari total empat paragraf yang tersusun, tidak ada satu paragraf pun yang ditulis lebih dari tiga baris. Cover letter pada email harus diusahakan singkat dan padat. Ingat, email anda hanya akan dibaca tidak lebih dari sepuluh detik.

3. Relevant Experience. Supaya tepat sasaran, tuliskan relevant experience kedalam cover letter yang dituliskan pada email anda. Silakan dilihat kembali paragraf 2 dan paragraf 3 pada contoh cover letter tersebut, lalu anda baca job requirement pada contoh iklan diatas. Paragraf 2 dan paragraf 3 secara tepat sasaran menyebutkan critical requirements yang dicari oleh si recruiter.

Menulis cover letter pada email sebetulnya tidak sulit. Kesulitan akan dialami kalau anda memaksakan diri untuk mengirimkan lamaran kerja untuk posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi anda.

Perlu diingat juga bahwa setiap langkah akan menentukan apakah lamaran anda akan diproses atau tidak. Dimulai dari email subject -> body of email -> relevant experience -> CV read.

Ketika email subject anda tidak memancing perhatian si recruiter dalam artian yang positif, jangan salahkan kalau email anda mungkin terlewat untuk dibaca.

Itulah pula sebabnya kenapa dari dulu saya selalu menekankan betapa pentingnya untuk “sadar diri” dengan hanya mengirimkan CV anda untuk melamar posisi yang minimal memenuhi 90%  dari seluruh kualifikasi yang anda miliki.

*selamat lebaran 1432H, ketupat – lontong – opor -rendang*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s