we both love you, Omar Akhtar Elfaris

Posted on Updated on

Omar Akhtar Elfaris,

Nama lengkap anak kami, buah hati kami tercinta yang berumur 1.6thn. Seperti halnya Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini pun terasa sangat spesial, apalagi jelang berbuka puasa. Setiap hari, setelah berbuka di rumah, kami berdua berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat maghrib berjamaah, terkadang Bundanya ikut ke masjid atau mbak nurul (pembantu kami) ikut menjemput faris, setelah terlebih dahulu shalat. Banyak kejadian lucu dan menggemaskan setiap kali akan ke masjid.  Setiap saat berbuka tiba, Faris akan berlalri dan berdiri didepan pintu, seperti mengetahui bahwa sekarang adalah jadual shalat, dan mengatkan bahwa kami harus segera berangkat. Begitu pula ketika di masjid, faris akan duduk tenang seraya menunjuk ta’jil2 yang dihidangkan. Kesukaannya tentu kurma, makanan berbuka yang dianjurkan nabi SAW begitu renyah dan manis. kadang juga faris menunjuk gelas2 yang berisi teh sambil berujar “teh..teh”…teh”. sambil tersenyum petugas masjid ikut menuangkan ke gelas kami. Alhamdulillah, setiap jelang maghrib begitu juga isya, faris selalu bersemangat untuk masjid, yang kadang membut saya kuatir, faris tidak mau digendong ketika berada dimasjid. Faris selalu berlari dan juga dengan tingkah usilnya mencolek beberapa jamah sambil ngomong “om…om” atau terkadang berlari didepan jamaah yang sedang menunaikan ibadah shalat. Beberapa kali saya harus keluar dari barisan jamaah setiap kali faris terlepas dalam pangkuan bundanya dan kemudian berlari mencari ayah nya “ayah…ayah” begitu yang diucapkan ketika menghampiri saya.

Ramadhan hari ke-19, adalah hari ke-3, kami menitipkan faris di tempat penitipan anak “Bee Kids Care Day” yang terletak tidak begitu jauh dari rumah kami. Faris kami titipkan, sehari setelah mba nurul mudik lebaran ke Jawa. Ini juga ke-3 kalinya saya tak mampu menahan haru saat mengantar ataupun menjemput anak kami. Dibanding bundanya, saya malahan terkesan tidak tegar meninggalkannya. Hari pertama, saat kami menjemputnya, raut wajahnya yang lembut seperti menahan marah “mengapa ayah dan bunda meninggalkan saya disini, dirumah yang saya tidak kenal” begitu mungkin ujarnya. Tiba-tiba pecah suara tangis nya saat saya memanggil namanya di depan pagar “faris..faris..faris”. Seperti yang terjadi pagi ini, sesaat setelah kami mengantar faris. Faris tidak mau lepas dari gendongan bundanya, cukup lama…apalagi tangis faris mulai mendera.

Begitu lama dalam pelukan bundanya, jarum jam menunjukan pkl. 07.15 pagi kami harus berangkat. Namun, tiba-tiba faris menangis kencang memanggil saya “ayah…ayah…ayah.” saya pun bergegas mengambil dalam pelukan bundanya dan berujar “ais, ayah sama bunda mau ke kantor, nanti ayah bunda jemput lagi, jangan nangis sayang…”. Walaupun suara itu terus menderu, saya kemudian menyerahkan ke bunda pengasuhnya di TPA (tempat penitipan anak). Tak terasa, butiran hangat keluar, haru…saya hanya berdoa ” Ya Rabb, ampuni kami, tak ada maksud kami seperti ini, membuat  titipanmu menangis, kami hanya ingin menjemput rizki-Mu. membuatnya bahagia kelak. Ampuni kami Ya Rabb..”. lirih berucap perlahan “maafkan ayah, maafkan bunda nak…”. Ayah janji untuk membuat Ais dan Bunda lebih bahagia. Tanpa suara, perlahan kami meninggalkan TPA itu. Bunda hanya berkata “Insyaallah, Ais kan mengerti ayah dan bundanya”. Amin..amin Ya Rab gumanku.

Ditinggal mudik pembantu, Kami bertiga layaknya  The Dream Team dengan captain Omar Akhtar Elfaris. Berbagi tugas, masak (kebetulan yang satu ini, menjadi hobi saya), mencuci piring, mengepel, nyetrika, bermain bersama dll. yahh… demi anak kami yang selalu menjadi first priority, dan kami tidak ingin kehilangan Berkah Ramadhan ini. Ayah mencintaimu nak, Bunda mencintai mu, We both love you, nak.

– spirit of ramadhan hari ke-19. ayah dan bunda –

4 thoughts on “we both love you, Omar Akhtar Elfaris

    Bunda Riyang said:
    Januari 9, 2013 pukul 8:08 am

    Asslm.wr.wb. salam kenal buat Akhtar kecil, Namanya sama dengan anak kami yang pertama Akhtar juga hehehe. Skrg si Mas Akhtar sudah umur 10 th (kelas 5 di SD IT BIS) kebetulan kami juga tinggal di Balikpapan Baru.

    adita shara said:
    Oktober 1, 2011 pukul 7:30 pm

    afwan mo nanya tpa bee kids dimana yah? makasih… omar lucu…

      Muhammad SUDARMAN responded:
      Oktober 4, 2011 pukul 3:15 pm

      Daerah Balikpapan Baru, bundaran monyet masuk ke dalam dekat tempat bimbingan belajar “ARTHA”.

    Christine Nathalie said:
    Agustus 25, 2011 pukul 12:00 pm

    Good..keep going new post about story…
    Good Luck…Bro..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s