Hari: Juli 31, 2011

Makna Bulan Suci Ramadhan

Posted on Updated on

RAMADHAN adalah sebuah bulan yang sangat erat dengan telinga setiap muslim, bahkan semenjak kecil ki ta telah dikenalkan dengan Ramadhan, kita semua mengetahui bahwa Ramadhan adalah bulan puasa, namun sangat jarang diantara kita yang mengerti apa arti Ramadhan dan makna yangterkandung dari kata “Ramadhan”itu sendiri.

Ramadhan secara leksikal berarti : membakar, amat panas. Penyebutan bulan Ramadhan -bulan ke-9 pada kalender Hijriah- sesuai dengan kondisi cuaca pada bulan tersebut.”

Kita patut bangga menyaksikan semangat beribadah yang timbul saat bulan Ramadhan tiba, namun dalam kebanggaan tersebut kita lebih patut lagi bersedih karena fenomena yang ada adalah seakan-akan masyarakat kita menyembah Ramadhan dan bukan menyembah Tuhannya. Ramadhan, kalau memang kita menyembah Tuhannya Ramadhan maka tidak sepatutnyalah kita bermalas-malasan beribadah di luar bulan Ramadhan tersebut.

Ramadhan adalah sebuah kata yang terbentuk dari lima huruf, dan setiap hurufnya memiliki makna tertentu yaitu : Ra : rahmat (rahmat Allah), Mim : maghfirah (ampunan Allah), Dhod : Dhommanun li al jannah (jaminan untuk menggapai surga), Alif : Amaanun min an nar (terhindar dari neraka) Nun : Nurullahi al Azizi al Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (cahaya dari Allah swt yang maha kuasa dan bijaksana, maha pengampun dan pengasih.)

Saat kita telaah makna yang terkandung dalam kata ramadhan tersebut kita akan semakin meyakini bahwa datangnya bulan Ramadhan adalah membawa sebuah keberkahan dari Allah SWT untuk kita sebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya, Artinya : dari Abi Hurairoh RA, bahwasanya nabi Muhammad SAW berkata saat Ramadhan telah tiba: telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan ramadhan tersebut maka haramlah baginya surga. Riwayat Ahmad, an Nasa’i, dan Baihaqi.

Dari hadits di atas terdapat kaitan yang sangat erat dengan bulan Ramadhan itu sendiri, rahmat dan magfirah adalah dua sisi yang sangat erat bagaikan dua sisi pada uang logam yang tak terpisahkan, disaat Allah SWT menurunkan rahmat-Nya maka maghfirah-Nyapun turun mengiringi, demikian juga sebaliknya. Ketika rahmat Allah SWT yang diiringi oleh maghfirah-Nya ini telah mengalir maka jaminan mendapatkan surga dan terhindar dari neraka telah menanti.

Namun hal ini semua hanya bisa didapat ketika kita bisa mendapatkan Nur Illahi yang maha Agung dan Bijaksana, maha Pengampun dan Pengasih. Jadi rangkaian huruf dari kata Ramadhan ini adalah sebuah pemaparan yang sangat jelas dalam proses perjalanan mendapatkan kebahagiaan.

Seolah Ramadhan membisikkan makna “Rahmat dan Magfirah Allah swt yang pasti berbuah jaminan untuk masuk surga dan terhindar dari api neraka hanya bisa diraih dengan cara mengikuti cahaya bimbingan dari Allah SWT. Allah SWT berfirman : Barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah SWT tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. Alquran : an Nur 40.

Dan cahaya tersebut adalah Alquran yang Cahaya (Allah SWT) turunkan kepada Cahaya (Muhammad saw) di bulan Ramadhan yang penuh cahaya ini.

“Allah SWT berfirman dalam Alquran : artinya “Wahai orang-orang yang beriman telah datang kepada kalian petunjuk dan kami turunkan kepada kalian cahaya (Alquran) yang memberikan penjelasan. Alquran : an Nisa 174”

Kaitan ini sangatlah jelas di paparkan oleh Rasulullah SAW. dalam sebuah haditsnya, Beliau bersabda : artinya ” Alquran dan puasa memberikan syafaat kepada hamba yang berpuasa pada hari kiamat, puasa berkata, wahai Tuhan, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat maka jadikanlah aku syafaat baginya, dan Alquran berkata, wahai Tuhan aku mengakibatkanya tidak tidur waktu malam maka jadikanlah aku syafaat baginya maka keduanya menjadi syafaat.Riwayat Ahmad, Tibrani, Hakim berkata Shohih dalam kategori imam Muslim.

Mari kita isi Ramadhan ini dengan mencintai Alquran yang merupakan mukjizat terbesar sepanjang zaman, di kagumi para ilmuwan, disambut gembira para cendikiawan,, orientalis murni tunduk penuh kekaguman, diterima setiap lapisan dan membacanya tak akan bosan, membaca, mempelajari, menelaah, dan mengaflikasikannya adalah sebuah amal kebajikan.

Dengan kecintaan ini kita harapkan bisa meraih nilai plus dari bulan Ramadhan ini yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, artinya “barang siapa berpuasa Ramadhan disertai keimanan dan dan “ihtisaban (karena Allah dan hanya mengharap pahala dari-Nya) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. al hadits riwayat Bukhori, Muslim, Tirmizie dan Nasa’i.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh, Beliau bersabda, artinya : barang siapa “qiyam” melaksanakan Ibadah, sholat dll) dalam bulan Ramadhan disertai keimanan dan “ihtisaban (karena Allah SWT dan hanya mengharap pahala dari-Nya maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Al Hadits diriwayat Bukhori dan Muslim.

Shiyam dan Qiyam menghantarkan kita menggapai nilai plus tersebut hingga kita bisa keluar dari bulan yang penuh berkah ini dengan predikat diampuni.

Ramadhan yang penuh berkah ini bukanlah sebuah pemberian gratis dari Allah SWT, justru sebaliknya adalah sebuah hutang yang kita pinjam dengan jaminan yang sangat mahal, yaitu berkurangnya umur sebanyak satu tahun.

Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah.

Iklan

Marhaban Yaa Ramadhan 1432H

Posted on

Marhaban Yaa Ramadhan 1432 H.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

(QS. Al Baqarah : 2/183)

InsyAllah, esok hari senin 1 Ramadhan 1432H/1 Agustus 2011 kita umat muslim, akan memulai puasa sebulan penuh. Alhamdulillah kita kembali dipertemukan di bulan suci Ramadhan ini. Ramadhan kali ini terasa berbeda dengan tahun sebelumnya, saat saya masih sendiri alias bujangan. Ramadhan kali ini, berarti untuk ke-2 kalinya saya dan istri melewatinya bersama anak kami Faris. Semoga kami bisa melewatinya dengan penuh keberkahan ALLAH SWT.

Begitu indah  datangnya bulan ini,  sampai2 jauh hari sebelumnya Istri saya telah membelikan baju koko (baju muslim) untuk saya dan Faris. kata istri ” biar ibadahnya makin khusyu Yah…dan juga Faris udah bisa diajak ke Masjid, Barakallah.”

Disamping itu, jangan sampai kita melupakan saudara-saudara kita seiman, menebarkan sedekah, berbagi kenikmatan yang ALLAH SWT berikan, adalah kewajiban dan tanggung jawab kita. Oleh salah seorang ustadz yang mengisi pengajian 2 pekan setiap bulan di kantor Total, beliau mengatakan, bulan suci ini, jangan melupakan saudara2 kita yang ada di Palestine dll.

Dalam kesempatan ini, kami sekeluarga menghaturkan permohonan maaf atas salah dan khilaf. Semoga Allah SWT memberi keberkahan. Selamat berpuasa di bulan suci Ramadhan 1432H, semoga ALLAH SWT menganugerahi kita rahmat, ampunan dan terbebas dari api neraka.

~ Di rumah, ber-tiga jelang 1 Ramadahan 1432H ~

Balikpapan – Bidadari – Malaikat Kecil

Posted on

Balikpapan – Bidadari – Malaikat Kecil

Waktu terus berjalan dan tak mampu ditahan dalam hitungan detik. Hari ini, dengan hitungan angka mundur, tak terasa pula 6thn berlalu, melewati perjalanan hidup di kota Balikpapan. Tepatnya pertengahan bulan September 2004, itu pun karena suatu sebab, ada panggilan test di O&G Company. Oleh banyak orang (termasuk saya pribadi) kota ini sering disebut juga Kota Minyak, entah apa yang menggelayut dibenak sehingga disebut demikian. Sumur-sumur minyak (wellheads) pun, lokasinya terletak jauh di luar kota ini, suka atau pun tidak suka, kota ini sudah identik dengan sebutan itu.

Ultah faris ke-1

Dalam rentang waktu itu, saya pun akhirnya menikah dengan seorang wanita (insyaAlloh) titipan Alloh, Novia Marizka begitu nama lengkapnya, lengkap sebagai istri, ibu rumah tangga dan juga seorang karyawan Bank Syariah. Menikah, akhir April 2009 dan Alloh langsung memberikan the beautiful gift in our live dengan lahirnya seorang bayi laki laki. Kami pun akhirnya memilihkan nama untuknya “Omar Akhtar Elfaris”, dengan panggilan sayang “Faris”.

“Omar Akhtar Elfaris”, Barakallah, begitu nama lengkap malaikat kecil kami. Nama yang ayah bunda nya berikan berarti  “Omar, Sang Ksatria Bintang Pagi”. Nama “Omar – Sayiddina Omar” terinspirasi oleh perjalanan Haji, Ibu Mertua saya. Beliau sangat kagum atas sosok salah satu khulafaur rasyidin dan “Akhtar” yang berarti  “Bintang pagi yang terjaga” adalah nama yang dipilihkan oleh bundanya sedangkan nama “Elfaris (El + Faris) – Sang Ksatria” ayahnya yang memilihkan. Ayah bunda nya berharap kelak tumbuh dewasa seperti Umar bin Khattab dan dapa t menolong kedua orang tuanya kelak di yaumil qiyamah. Insyallah.

~masih pagi, saat mendung di kota Balikpapan~