Hari: Mei 30, 2011

Sampingan Posted on Updated on

  1. Check in lebih awal untuk mendapat kursi yang ideal. Pada waktu check in tidak perlu bilang kalau membawa bayi, karena status tiket sudah infant. Maka jika naik airline yang menyediakan baby bassinet akan di tempatkan di baris paling depan. Jika anda ditempatkan di kursi lain karena kesalahan di check in counter, jangan sungkan2  untuk minta dipindahkan ke tempat dengan baby bassinet pada awak kabin (karena biasanya orang Indonesia agak nrimo). Kecuali kalau jumlah bayi melebihi jumlah baby bassinet di pesawat.
  2. Pesan baby meal pada waktu check in. Biasanya akan disediakan babymeal seperti merek Gerber yang ada di supermarket, tapi jangan lupa periksa untuk umur berapa di kemasan makanan tersebut karena mereka menyediakan baby meal tanpa ada kriteria umur (kriteria infant sampai dengan 2 tahun). Tapi kadang2 katering lupa memasukkannya biarpun kita sudah pesan. Atau rasanya tidak disukai bayi anda, jadi siapkan makanan bayi anda, kalau bisa jangan yang berbentuk cair.
  3. Kalau bayi anda perlu makanan khusus dalam bentuk cair, anda harus menempatkannya di tempat yang berukuran maks. 100ml. Kalau tidak bisa maka anda harus berurusan dengan security bandara dan menerangkan makanan tersebut. Bahkan harus membuka dan mencobanya di tempat. Susu bayi bubuk sangat praktis, karena anda bisa minta air hangat di pesawat.
  4. Pada waktu lepas landas dan mendarat, untuk bayi +/-3 bulan, anda diharuskan menggendongnya karena tidak mendapat kursi sendiri, jangan lupa minta sabuk pengaman bayi/infant seat belt untukbayi anda. Babybassinet akan dipasang setelah takeoffdan di lepas sebelum landing.
  5. Di baby bassinet, bayi anda dapat tidur di depan anda, jangan lupa pakaikan sabuk pengaman karena turbulence bisa dan pernah melempar penumpang dewasa/awak kabin sampai ke langit-langit. Jika terjadi guncangan atau cuaca buruk, ambil bayi anda dan kenakan sabuk pengaman bagi anda sendiri dan bayi anda.
  6. Di toilet juga ada meja lipat untuk mengganti popok atau membersihkan bayi anda. Kalau bingung toilet mana yang ada mejanya, tanya saja pada awakkabin, toilet with babytable.
  7. Pada waktu lepas landas sampai ketinggian jelajah, dan pada waktu turun, susui, atau beri minuman di botol untuk menghindari sakit di telinga.
  8. Konsultasi dokter sebelum terbang jika anak anda pilek, karena bisa menyumbat telinga dan hidung. Mungkin dokter mengijinkan terbang dengan diberi obat tetes hidung. Jika dokter khawatir, sebaiknya tunda penerbangan anda.
  9. Jika terjadi dekompresi, (kabin pesawat kehilangan tekanan) pakai masker oksigen anda sebelum memakaikannya pada bayi anda. Jika anda memakaikan topeng oksigen ini pada anak anda sebelum anda sendiri memakainya, dikhawatirkan anda akan jatuh pingsan sebelumnya, atau bahkan sebelum anda selesai menolong anak anda memakai topeng oksigen.
  10. Siapkan pakaian yang menutup seluruh badan bayi agar tetap hangat, karena suhu dipesawat antara 20-24 derajat C.
  11. Beri minum/susu juga makanan sesering mungkin untuk menghindari dehidrasi karena udara di kabin sangat kering. Biasanya bayi yang kenyang tidak akan rewel di penerbangan. Resikonya bayi akan sering ngompol.
  12. Jangan lupa bawa cukup popok/diaper (pampers), karena di pesawat tidak disediakan. Mungkin bisa bawa agak lebih banyak dari biasanya untuk mengantisipasi delay.
  13. Biasanya baby stroller/kereta dorong bayi, bisa dipakai sampai di ruang tunggu. Lalu sebelum masuk pesawat akan mereka masukkan di bagasi. Kalau baby bag/strider mungkin bisa dibawa tapi juga akan dimasukkan di bagasi oleh petugas pada saat kita meninggalkan ruang tunggu, karena tidak bisa/ tidak boleh dibawa ke kabin, terlalu besar.
Iklan

Rupiah: Uang Bank Indonesia atau Republik Indonesia?

Sampingan Posted on

Rupiah: Uang Bank Indonesia atau Republik Indonesia?

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Mata Uang oleh Komisi Keuangan dan Perbankan DPR masih terganjal soal siapa yang harus membubuhkan tanda tangan.

Sejumlah fraksi di dewan belum bersepakat menyikapi keinginan pemerintah turut menandatangani uang kertas yang diterbitkan Bank Indonesia. Demikian Tempo Interaktif memberitakan (31 Maret 2011). Semula diharapkan pembahasan rancangan mata uang ini rampung sebelum 9 April saat masa reses DPR.

Pentingkah tanda tangan pemerintah dalam mata uang rupiah?

“Pemerintah itu lembaga politik, jangan melampaui kewenangan,” kata Dolfie OF Palit, anggota Komisi Keuangan dan Perbankan dari Fraksi PDI Perjuangan di Jakarta kemarin. Tanda tangan pada uang kertas cukup dilakukan oleh Bank Indonesia karena Indonesia menganut asas kebijakan fiskal dan moneter yang terpisah.

Menurut Dolfie, berdasarkan UD 1945 dijelaskan bahwa Presiden ikut mengelola keuangan negara kecuali kebijakan moneter. Selain itu negara sudah memiliki sebuah bank sentral yang independen. Meskipun ikut mengelola keuangan negara, Presiden tidak terlibat dalam kebijakan moneter yang mencakup penerbitan dan pengedaran uang.

Tanda tangan dua lembaga pada uang kertas dikhawatirkan memicu intervensi pemerintah yang terlalu jauh. Dia mencontohkan jika pemerintah mengalami defisit anggaran, tidak menutup kemungkinan meminta BI mencetak uang. Karena itu, pihaknya mendesak tanda tangan hanya dilakukan Bank Indonesia.

Tapi, Wakil Ketua Komisi Keuangan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Suharman Hidayat mengatakan keinginan pemerintah tidak perlu dipermasalahkan. “Uang merupakan persoalan republik, pemerintah harus ikut back up tanda tangan,” kata Suharman. Apalagi jika dua tanda tangan ini berperan untuk meningkatkan koordinasi. Sepanjang tidak ada kewenangan yang dilampaui, fraksinya mendukung keinginan pemerintah.

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, tanda tangan pemerintah tetap diperlukan. Berapa pun nominal mata uang kertas, tanda tangan pemerintah harus ada. “Itu uang kertas Republik Indonesia, ada Garuda Pancasila,” katanya.

Tanda tangan Bank Indonesia menunjukkan fungsi dan kewenangan Bank Indonesia mengendalikan aset negara. Sedangkan tanda tangan oleh pejabat pemerintah mencerminkan uang itu dijamin pemerintah Indonesia. Penjaminan ini sangat diperlukan sehingga masyarakat tidak ragu memegang rupiah.

Sebenarnya Rakyat Indonesia, berhak, mengetahui implikasi dari UU Mata Uang ini, dan bukan sekadar siapa yang menandatangani penerbitan uang kertas. Sosialisasi RUU Mata Uang ini jelas sangat kurang, tahu-tahu sudah sampai sidang paripurna, dan diburu-buru untuk segera diselesaikan.

Apa artinya bila yang menandatangani hanya BI? Apa artinya kalau bersama Pemerintah? Mengapa bukan NKRI saja mencetak dan menerbitkan uangnya sendiri yang bisa tanpa bunga, dan tidak harus berutang pada perbankan untuk membiayai APBN? Kulau dikatakan pemerintah menjamin rupiah, apanya yang dijamin? Dijamin pakai apa? Apa bedanya, dengan mata uang dolar Hong Kong, yang sepenuhnya malah diterbitkan oleh bank-bank swasta dan bukan oleh bank sentralnya?

Dan mengapa hak asasi setiap warga negara untuk memilih alat tukarnya sendiri dilanggar?

Android vs Black Berry

Posted on Updated on

  vs
1. Performance

  • BlackBerry: cepat dan stabil. Tapi kadang terjadi phone-hang yang mengharuskan Anda mengeluarkan baterai dari tempatnya dan yang paling menyebalkan adalah proses re-boot: 3-8 menit!
  • Android: Sangat cepat. Belum ada keluhan tentang phone-hang yang mengharuskan baterai keluar dari tempatnya, kecuali jika ingin ganti SIM card. Proses re-boot berlangsung cepat.

2. Baterai

  • BlackBerry: umur baterai BB memang luar biasa. Ya, wajar saja karena BB tidak banyak melakukan proses berbagai aplikasi seperti pada Android.
  • Android: tergolong boros, tapi kadang bisa sampai satu hari. Tapi harus diingat bahwa ponsel Android memakai baterai untuk BANYAK hal. Contohnya jika Anda memakai ponsel Android untuk brwosing web atau nonton video sampai 1 jam, pastinya itu membutuhkan daya baterai lebih. Dan, bisakah BlackBerry melakukan hal yang sama selama itu?

3. Email

  • Blackberry: email pada BB memang menjadi andalan RIM. Gmail pada BB pun telah dioptimalkan fungsinya, tapi tentu saja tidak sebaik pada Android.
  • Android: apa yang Anda ragukan dari Gmail buatan Google yang dijalankan pada Android yang juga buatan Google?

4. User Interface (UI)

  • Blackberry: membosankan, done.
  • Android: Anda bahkan tidak akan merasa lelah untuk menjelajah setiap sudut ponsel Android. Dijamin.

5. Web Browsing

  • Blackberry: sangat melelahkan, Anda harus mengakui itu.
  • Android: disinilah letak kelebihan Android. Android menjadi pemenang jika dibandingkan dengan semua mobile OS. Jika membandingkan web browsing pada Android dengan BlackBerry, seperti siang dan malam saja. Jauh berbeda.

6. Aplikasi

  • Blackberry: BlackBerry memang memiliki segudang aplikasi, tapi di saat yang sama iPhone juga semakin jauh meninggalkan BlackBerry. Jadi lebih baik melihat apa yang bisa dilakukan BlackBerry untuk menyusul ketertingalannya di belakang iPhone OS dan Android.
  • Android: Semakin banyak aplikasi yang dulunya hanya ada di iOS, kini sudah ada versi Android-nya. Pesaing sebenarnya dari Android adalah iPhone, bukan BlackBerry.