Pencari Rusuk

Posted on Updated on

~ Pencari Rusuk ~

Kenapa harus disebut rusuk? adakah karena ia dekat dengan hati. Engkau yang mencari rusuk sebagai jarum dalam tumpukan jemari

Tidaklah kejadian segala sesuatu tanpa seijin Allah SWT, ketika jemari itu menyadari jarum itu adalah kejadian Allah SWT, ia akan menggunakan untuk menyulam sebuah karia indah, bukan melukai jemarinya

“Bagaimana aku memilahnya sedangkan waktu bergayut pada punggungku?”

Tidaklah setiap detik berlalu tanpa Allah SWT mengetahui setiap kejadiannya

Pernahkah Adam menduga akan berjumpa Hawa pada Jabal Noor dalam ribuan tahun kerinduan, bagaimana bila Hawa tersesat dan Adam kehilangan arah?

Ketika adam merasa kesepian, sendirian ditaman surga, terbetik rasa sepi dihatinya, dan Allah SWT maha mengetahui lagi maha mendengar, maka Allah SWT ciptakan hawa untuknya. Ketika adam dan hawa memakan buah ‘itu’, adam menelan hingga dijakunnya dan hawa menelan sampai kedalam perutnya, bergetar tiang aras, para malaikat terkejut dan Allah SWT murka atas kecerobohan adam dan hawa, kemudian keduanya diturunkan ke bumi dalam keadaan terpisah dan dipertemukan digurun sahara dalam ijab-kabul Allah SWT, maka Adam AS dan hawa menangis bahagia dalam istigfarnya, sebab ia menyadari betapa besar perhatian dan karunia tuhannya, dan para malaikat bertasbih memuji Allah SWT dalam kejadian Adam as dan Siti Hawa

“Bebanku tertumpu pada pundakku. Sekumpulan kumbang berdengung, bertanya-tanya kapan aku menghisap madu. Apakah mereka tahu, bungaku kan melayu?”

Tidaklah Allah SWT menguji hamba-Nya dengan ujian yang diluar dari kemampuannya. Ketika kumbang mendengung ‘ia nya menyanyikan’ pujian untuk Allah SWT, ketika bunga mekar dan mewangi ‘ianya mempercantik diri dan memberikan bau2an yang wangi untuk Allah SWT, ketika ianya layu ia bahagia sebab telah berbakti kepada Allah SWT sebagai Tuhan-nya.

Engkau yang mencari rusuk hingga jemarimu tertusuk, apakah mereka tahu; luka tak selalu menganga?

Ketika jemari memegang jarum iapun memuji dan mengabadikan pujiannya dengan menyulam keindahan, ketika terlihatnya luka iapun tahu luka itupun memuji Allah SWT tuhannya.

KITA yang belum percaya pada kata Octavio Paz bahwa puisi adalah agama rahasia di era modern. Mungkin hanya ingin mengingat pesan TS Eliot bahwa hanya mereka yang berani mengambil risiko mengembara jauh yang akan bisa menjawab seberapa jauh yang dapat dijelajahi.

Kalbu mukmin adalah Baitullah, cangkul2 yang dalam, semakin dalam mencangkul semakin jauh kita menjelajahinya, maka AA Gym pun menyanyikan sebuah lagu yang biasa kita dengar ‘jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini’, maka yang jauh mengembarapun tahu dari mana datangnya puisi dan agama’.

~mengenang tahun, menjemput kekasih hati bersama sahabat sejati M. Hirsan Asyari~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s