Hari: Mei 11, 2011

Pencari Rusuk

Posted on Updated on

~ Pencari Rusuk ~

Kenapa harus disebut rusuk? adakah karena ia dekat dengan hati. Engkau yang mencari rusuk sebagai jarum dalam tumpukan jemari

Tidaklah kejadian segala sesuatu tanpa seijin Allah SWT, ketika jemari itu menyadari jarum itu adalah kejadian Allah SWT, ia akan menggunakan untuk menyulam sebuah karia indah, bukan melukai jemarinya

“Bagaimana aku memilahnya sedangkan waktu bergayut pada punggungku?”

Tidaklah setiap detik berlalu tanpa Allah SWT mengetahui setiap kejadiannya

Pernahkah Adam menduga akan berjumpa Hawa pada Jabal Noor dalam ribuan tahun kerinduan, bagaimana bila Hawa tersesat dan Adam kehilangan arah?

Ketika adam merasa kesepian, sendirian ditaman surga, terbetik rasa sepi dihatinya, dan Allah SWT maha mengetahui lagi maha mendengar, maka Allah SWT ciptakan hawa untuknya. Ketika adam dan hawa memakan buah ‘itu’, adam menelan hingga dijakunnya dan hawa menelan sampai kedalam perutnya, bergetar tiang aras, para malaikat terkejut dan Allah SWT murka atas kecerobohan adam dan hawa, kemudian keduanya diturunkan ke bumi dalam keadaan terpisah dan dipertemukan digurun sahara dalam ijab-kabul Allah SWT, maka Adam AS dan hawa menangis bahagia dalam istigfarnya, sebab ia menyadari betapa besar perhatian dan karunia tuhannya, dan para malaikat bertasbih memuji Allah SWT dalam kejadian Adam as dan Siti Hawa

“Bebanku tertumpu pada pundakku. Sekumpulan kumbang berdengung, bertanya-tanya kapan aku menghisap madu. Apakah mereka tahu, bungaku kan melayu?”

Tidaklah Allah SWT menguji hamba-Nya dengan ujian yang diluar dari kemampuannya. Ketika kumbang mendengung ‘ia nya menyanyikan’ pujian untuk Allah SWT, ketika bunga mekar dan mewangi ‘ianya mempercantik diri dan memberikan bau2an yang wangi untuk Allah SWT, ketika ianya layu ia bahagia sebab telah berbakti kepada Allah SWT sebagai Tuhan-nya.

Engkau yang mencari rusuk hingga jemarimu tertusuk, apakah mereka tahu; luka tak selalu menganga?

Ketika jemari memegang jarum iapun memuji dan mengabadikan pujiannya dengan menyulam keindahan, ketika terlihatnya luka iapun tahu luka itupun memuji Allah SWT tuhannya.

KITA yang belum percaya pada kata Octavio Paz bahwa puisi adalah agama rahasia di era modern. Mungkin hanya ingin mengingat pesan TS Eliot bahwa hanya mereka yang berani mengambil risiko mengembara jauh yang akan bisa menjawab seberapa jauh yang dapat dijelajahi.

Kalbu mukmin adalah Baitullah, cangkul2 yang dalam, semakin dalam mencangkul semakin jauh kita menjelajahinya, maka AA Gym pun menyanyikan sebuah lagu yang biasa kita dengar ‘jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini’, maka yang jauh mengembarapun tahu dari mana datangnya puisi dan agama’.

~mengenang tahun, menjemput kekasih hati bersama sahabat sejati M. Hirsan Asyari~

Iklan

Awas, Sindikat Pembobolan Bank

Posted on

Menyimpan uang di bank semakin tidak aman.

Secara elektronik pembobolan bank mudah dilakukan. Pejabat Bank Mega meyakini adanya sindikat pembobol bank yang beroperasi di Tanah Air. Ini terkait dengan kasus terbaru pembobolan bank, sebelum kasus Citi Bank, dengan tokoh Malinda Dee-nya terungkat tuntas, yang kali ini terjadi di Bank Mega.

Sebagaimana diberitakan media massa, ada dua kasus baru pembobolan di Bank Mega, tentu, melibatkan orang dalam. Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Cikarang Bekasi Jawa Barat diduga terlibat untuk dua kasus yang berbeda .

Kasus pertama adalah pembobolan dana PT Elnusa, sebesar Rp 111 milyar dan kasus kedua terkait uang korupsi dana milik Pemerintah Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, sebesar Rp 80 milyar. “Pelakunya sudah menyebar ke mana-mana termasuk ke daerah-daerah, makanya kita melaporkan kepada pihak berwenang agar bank dan nasabah lainnya tidak menjadi korban berikutnya,” kata Suwartini, pejabat Bank Mega itu, sebagaimana dikutip oleh Republika on line, Rabu (11 Mei 2011). Ia menyebutkan, terhadap karyawan Bank Mega yang terlibat kasus itu, Bank Mega telah melakukan pemutusan hubungan kerja sehingga pihak berwajib dapat melakukan tindakan yang diperlukan. Menurut Suwartini, pelaku pembobolan dana simpanan pada Bank Mega adalah sindikat yang sama dengan sindikat yang telah lebih dahulu membobol bank-bank lain. Nah, jadi, persoalannya jelas bukan sekadar menyangkut perilaku orang-orang atau oknum tertentu.

Sistem perbankan secara keseluruhan jelas tidak aman. Kalau dari perampok bersenjata malah mudah diamankan, dan kalaupun ada pelakunya terbukti tidak pernah berhasil merampok uang di bank dalam jumlah banyak. Mengapa? Karena dalam bank sesungguhnya memang tidak banyak ada uang fisik tersebut. Yang ada hanyalah byte-byte komputer, yang tidak bisa dicuri oleh perampok bersenjata, tapi mudah dicuri oleh para pengelolanya sendiri! Jadi, masih ingin menyimpan uang Anda di bank?

Lebih baik tukarkanlah menjadi dinar emas dan dirham perak, dan disimpan di tempat yang aman, yang hanya Anda sendiri dan Tuhan yang tahu.