My name is Jean Pierre Adam…(1)

Posted on Updated on

Hari ini, selasa 10 mei 2011, angka jam tangan saya menunjukan pkl. 16.15, masih sore waktu Balikpapan. Sebulan sudah lamanya JPA pulang kampung, yahhh…leave istilah keren di kantor saya. dengan jadual kerja on 1 bulan dan off 2 bulan terasa lama bertatap muka dengan beliau. kangen, boleh jadi. tak kangen boleh jadi juga. Perawakan yang lumayan sedang, sama untuk ukuran orang asia dengan usia di atas 55thn lebih, seperti yang tertulis di passportnya. namun tenaganya masih tetap prima. ini juga yang membedakan orang bule dan orang indonesia dalam mengkonsumsi yang namanya karbohidrat, main hantam segalanya, hahahaha. (you know, what i mean).

2011 (akhir) adalah tahun terakhir beliau bekerja bersama, dalam hitungan tahun 2009 – 2011 tersebut, artinya saya telah ikut membantu selam kurun waktu tersebut, boleh dibilang sebagai Assistan QA/QC pipeline, meng-kuisi semua pipeline di Mahakam Delta. dalam rentang itupula, saya baru merasakan bekerja yang namanya under pressure, mungkin ini pula yang membedakan mereka dalam menilai seseorang. objective, fair and appreciation…!!!. Sekecil apapun kesalahan harus dihindari, kalau tidak anda harus berbesar hati menerima punishment, you know what…..f****, damn, stuppid. Namun, tak jarang pujian itupun datang manakala hasil progress yang dicapai menggembirakan, kerja bagus.

Jean Pierre Adam, call him Pak Adam. Tahun pertama bekerja bersama, sepertinya nightmare buat saya, saya hampir menyerah (aslinya sudah menyerah), saya pikir dia sangat otoriter, outspoken, kenyataannya demikian, tak mau dipersalahkan atau karena culture yang dianut sebagai kaum bangsawan eropa. Pernah suatu ketika data inputing salah, dia pun langsung mengirim email dari negerinya sana saat cuti, saya masih ingat tatkala tulisan di email itu berbunyi “Mr. Sudarman, You are guilty”. Negara perancis, sama seperti kaum keraton di Jawa, begitu kira-kira. Tahun terus menghabiskan hari-nya, setelah 1 tahun lebih duduk berdampingan, ini mungkin adalah tahun saya sendiri merasa longgar karena kerjaan tesebut sudah rampung diselesaikan, dan beliau juga meng-apresiasi kerja keras saya, sangat objective. lagi-lagi hal ini yang membedakan dengan orang kita, bos kita. tentang hal ini istri saya pernah berujar “itu adalah urusan antar ayah dan Sang Maha Pencipta, semoga penuh berkah”. Mungkin tak salah ketika mengatakan : don’t love the company, but love your work and family”.

Saat tulisan ini dimuat, ini adalah bulan dimana JPA akan datang dari perancis. setelah 2bulan lebih libur. semoga saat datang, JPA akan tersenyum dan berkata “ca va, monsieur sudarman?” and i said “c’est tres bien pak Adam, et vous?” atau kadang dia mengatakan “halo mas sudarman apa kabar” and i said ” baik pak, long time no see (begitu bahasa iklan di tv). Setelah itu…dia akan berkata, I will see your work progress, dan saya pun bersiap beberapa hari kedepan (bersiap dengan segala kemungkinan). I do not know it my fate or not, while live must go on for my family. Langit mulai gelap, awan membawa kabar, pertanda hujan akan turun? sore pun mulai pulang ke peraduannya, menunggu malam yang akan datang menghampiri. Saya pun bergegas pulang menjemput kekasih hati terlebih dahulu, hahahahah…….(to be continued).

~pkl. 17.30 di kantor, saat hujan jatuh satu satu~

One thought on “My name is Jean Pierre Adam…(1)

    mtnugraha said:
    September 1, 2011 pukul 8:29 pm

    Seru juga cerita kerja bareng bule-nya mas, ditunggu lanjutannya mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s